Cara Menanam Jagung Manis Agar Tahan Hama Penyakit

Cara Menanam Jagung Manis Agar Tahan Hama Penyakit

Jumat, 26 Mei 2017 Cara Menanam Admin

Cara Menanam Jagung – Budidaya jagung manis memang lebih rentan dari penyakit dan juga serangan hama jika dibandingkan dengan jagung biasa. Namun, untuk sisi nilai jual, jagung manis mempunyai harga jual yang lebih tinggi sehingga animo untuk menanam budidaya jagung manis tak pernah lekang oleh waktu. Karena memang sifatnya yang dapat dikonsumsi secara langsung seperti jagung rebus atau jagung bakar, memasarkan jagung manis tidaklah sulit karena banyak permintaan di pasaran bahkan hingga jagung manis tersedia hingga ke tingkat retail. Anda bisa juga membaca cara menanam cabe rawit, agar anda tidak perlu lagi membelinya di pasar. Bagi anda yang ingin membudidayakan jagung manis, berikut akan dijelaskan secara lengkap tentang cara menanam jagung manis.

cara menanam jagung manis

Cara Menanam Jagung Manis

  1. Media yang cocok

Untuk menerapkan cara menanam jagung manis, sebenarnya bisa dilakukan di kisaran iklim yang luas karena tanaman ini mempunyai mempunyai sifat adaptif yang cukup bagus. Di Indonesia, banyak orang yang membudidayakan jagung manis baik di kawasan pegunungan yang mencapai ketinggian 1.800 meter dpl ataupun di dataran rendah. Bahkan, jagung juga bisa tumbuh dikawasan dengan ketinggian tanah 3.000 mdpl. Untuk suhu optimum yang cocok agar jagung manis dapat tumbuh secara optimal berkisar antara 21 hingga 27 derajat celcius dan 23 hingga 27 derajat celcius saat masa perkecambahan. Untuk tingkat keasaman, jagung manis bisa tumbuh dalam kisaran 5 hingga 8 pH. Menanam jagung manis menjanjikan hasil yang memuaskan jika kebutuhan hara tercukupi. Tumbuhan ini umumnya membutuhkan unsure nitrogen dalam jumlah yang cukup besar. Namun, saat memberikan pupuk juga harus memperhatikan keseimbangan antara pospat, kalium, dan nitrogen.

  1. Pengolahan lahan

Untuk cara menanam jagung manis agar menghasilkan panen yang maksimal, sebaiknya tanah diolah secara organik. Cara menanam secara organik bisa dilakukan di lahan bekas sawah ataupun membuat bedengan terlebih dahulu. Jika anda menggunakan lahan bekas sawah, pastikan bahwa tidak ada genangan air. Anda juga bisa menggunakan bedengan yang berfungsi untuk lebih mudah mengatur saluran pengairan atau drainase. Untuk bedengan, anda bisa membuatnya dengan lebar 1 meter dan tinggi sekitar 20 hingga 30 cm. Jarak antar bedeng adalah 30 cm. Biasanya, dalam satu bedeng dapat ditanamin hingga dua larik tumbuhan.

Pemupukan dasar dalam hal menyiapkan lahan untuk budidaya jagung manis bisa menggunakan perbandingan 1:1 untuk tanah dan pupuk yang berasal dari kotoran sapi, kambing, atau ayam. Dalam cara menanam jagung manis di poin ini, pupuk ayam akan memberikan kadar nitrogen yang banyak juga cepat terurai. Sedangkan untuk pupuk kotoran kambing atau sapi lebih banyak mengandung pospat dan kalium. Jika anda ingin membudidayakan jagung manis dengan cara organik, anda akan membutuhkan sekitar lima ton pupuk untuk setiap hektarnya.

  1. Penanaman

Sebenarnya, cara yang paling efektif untuk menanam jagung manis adalah dengan ditugal. Cara efektif menanam jagung manis ini dapat dilakukan dengan pertama-tama membuat lubang dengan kedalaman 2 hingga 3 cm kemudian benih jagung dimasukkan ke dalam lubang tersebut. Anda bisa memasukkan masing-masing dua butir jagung. Tutuplah dengan menggunakan kompos dan tanah. Siram masing-masing lubang supaya tanah tetap terjaga kelembapannya. Biasanya, kebutuhan bibit jagung manis mencapai 8 kg untuk tiap hektarnya. Cara menanam jagung manis antar bibit mempunyai jarak sekitar 60 hingga 75 cm. Jika anda merawat dan memeliharanya dengan baik, panen untuk tiap hektarnya bisa mencapai 34 ribu hingga 37 ribu tanaman.

  1. Mengenal macam-macam hama

Hama merupakan salah permasalahan yang sering dihadapi bagi anda yang membudidayakan jagung manis. Hama yang familiar diantaranya adalah penggerek tongkol, penggerek, tikus, kutu daun, dan juga belalang. Untuk anda yang ingin membudidayakan jagung manis, selain mengetahui cara menanam jagung manis, sebaiknya anda juga mengetahui jenis-jenis hama yang menyerang jagung manis agar anda bisa menanganinya dengan tepat. Untuk menangani hama yang menyerang, anda bisa menggunakan pestisida yang sesuai dengan jenis hama atau menggunakan bahan-bahan organik. Selain hama, cara menanam dan merawat jagung manis juga harus mencegah adanya serangan penyakit yang disebabkan oleh virus, cendawan, ataupun bakteri.

  1. Proses panen

Jagung manis biasanya akan berbunga setelah berumur sekitar 50 hari. 10 hari sebelum dilakukan panen utama, anda juga bisa memanen jagung muda. Selama masa ini, tumbuh 2 tongkol jagung, petiklah tongkol yang berada dibagian paling bawah. Panen yang dilakukan pada tongkol muda merupakan salah satu cara menanam jagung manis yang bertujuan agar asupan nutrisi pada tongkol utama bisa terpenuhi. Sehingga, tongkol utama akan berbuah secara maksimal. Disamping memetik tongkol muda, daun bagian bawah sebaiknya juga dipapas hingga 2 atau tiga helai. Jika muncul kembali beberapa tunas buah muda sebelum dilakukan panen utama, anda bisa memetiknya sebagai panen tambahan. Untuk panen utama biasanya dilakukan saat tanaman berumur sekitar 65 hingga 75 hari.

Metode panen seperti yang dijelaskan diatas cocok dilakukan bagi mereka yang membudidayakan varian jagung manis satu tongkol. Varian ini banyak digunakan oleh para petani yang ada di Indonesia. Untuk mengetahui cara menanam jagung manis secara mendalam, anda juga harus mengetahui jenis-jenis jagung manis agar anda bisa menentukan jenis yang manakah yang cocok untuk ditanam didaerah anda. Selain tongkol satu, varietas lain yang juga terkenal adalah dua tongkol. Untuk varietas ini, 2 tongkol jagung akan dibiarkan hingga dilakukan panen.