Cara Budidaya Buah Tin (Ara) di Pot atau Polybag

Cara Budidaya Buah Tin (Ara) di Pot atau Polybag

Selasa, 4 Juli 2017 Cara Menanam Admin

Sebagai Negara agraris, Indonesia memiliki lahan yang subur serta iklim yang mendukung untuk bercocok-tanam. Berbagai macam tanaman bisa tumbuh subur di Indonesia, tak terkecuali tanaman dari luar sekalipun. Salah satu yang bisa dicoba adalah budidaya buah tin.

Buah Tin atau buah Ara juga salah satu tanaman yang memiliki potensi yang tinggi adalah cukup tinggi, apalagi jika berbicara mengenai manfaat buah Tin sendiri, segudang manfaat ada di dalamnya. Menurut hasil penelitian California Fig-s Advisory, kandungan nutrisi pada setiap 100 g buah Tin meliputiEnergi 250 kcal 1040 kJ, Karbohidrat 63.87 g, Lemak 0.93 g, Protein 3.30 g, Gula 47.92 g, Folat (Vit. B9) 9 μg 2%, Vitamin C 1.2 mg 2%, Zinc 0.55 mg 6%, Kalsium 162 mg 16%, Riboflavin (Vit. B2) 0.082 mg 5%, Pantothenic acid (B5) 0.434 mg 9%, Vitamin B6 0.106 mg 8% dll. Saking banyaknya kandungan nutrisi didalamnya, buah Tin dijuluki buah super nutrition oleh para ahli.

Harga buah Tin di pasaran yang cukup tinggi membuat banyak masyarakat yang ingin menanam pohon tin di sendiri. Bagaimana tidak, harga untuk 100 gram buah tin kering saja bisa mencapai 50rb per 100 gramnya. Hal inti tentu tak lepas dari minimnya buah Tin di pasaran, kebanyakan buah Tin yang beredar saat ini adalah hasil impor dari luar negeri.

Cara budidaya buah tin sebenarnya bukan sesuatu yang sulit, bahkan bisa dikatakan tergolong mudah. Kita bahkan bisa menanam buah tin di tempat sempit seperti pekarangan rumah. Untuk menanam buah tin sendiri, teknik yang banyak digunakan adalah menggunakan teknik cangkok layaknya menanam ketela pohon.

Hal yang perlu diperhatikan dalam memilih bibit adalah pilihlah batang buah tin yang masih muda dan berkulit hijau karena akan membuat proses perakaran lebih cepat dan banyak.

Setelah bibit pohon tin siap, hal yang harus disiapkan tentunya adalah media tanam. Kesuksesan budidaya buah tin ada pada unsur kesuburan media tanam baik secara fisik, kimia maupun biologis.

Tanah yang harus disiapkan harus remah, gembur dan porous, yakni tanah yang ketika disiram air maka akan cepat meresap kedalamnya. Untuk mencukupi kebutuhan tiga hal diatas, kita perlu menyediakan media tanam yang terbuat dari sekam atau arang sekam dan pupuk kandang.

Waktu yang paling tepat untu menanam pohon tin adalah pada waktu sore hari, hal ini karena kondisi udara sore hari yang cenderung sejuk sehingga pengakaran akan bekerja dengan baik hingga esok hari tanpa diganggu proses penguapan.

  • Siapkan pot atau polybag yang disisi dengan tanah sebanyak 1/3 bagian pot/ polybag.
  • Masukkan bibit perbanyakan (cangkok) pada media tersebut. Hal yang perlu diperhatikan adalah tata letak dari bibit, pastikan bibit terletak pada posisi tengah dengan tegak.
  • Padatkan media sekeliling tanaman.
  • Siram dengan air hingga meresap sampai kebagian bawah pot.

Jika sudah selesai, letakkan tanaman pada tempat yang teduh hingga pohon tin benar-benar siap dipindah pada area budidaya.

Selanjutnya adalah proses merawat pohon tin. Perawatan pohon tin sebenarnya tergolong sederhana, yakni dengan cara melakukan penyiraman secara teratur pada pagi dan sore hari. Selain pernyiraman, pastikan area tanam terbebas dari tumbuhan lain seperti rumput. Untuk urusan pemupukan, dapat dilakukan ketika usia pohon tin sekitar 4 bulan dari penanaman awal.

Tulisan ini ditulis oleh: jasapenulis.net.